Indonesia: Prospek Pemulihan Siklis – Standard Chartered

Perekonomian Indonesia diperkirakan akan mengalami rebound siklis yang didorong oleh kebijakan makroekonomi ekspansif, menurut laporan Standard Chartered yang ditulis oleh Aldian Taloputra. Kebijakan fiskal diprakirakan akan memainkan peran yang lebih besar seiring dengan berkurangnya ruang untuk pelonggaran moneter lebih lanjut. Laporan tersebut memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 bp oleh Bank Indonesia menjadi 4,5% di Kuartal I, sementara kehati-hatian disarankan terkait Rupiah Indonesia karena risiko fiskal dan kekhawatiran geopolitik.

Prospek ekonomi dan perubahan kebijakan fiskal

"Perekonomian Indonesia dapat melihat rebound siklis pada kebijakan makroekonomi ekspansif. Kebijakan fiskal kemungkinan akan mengambil peran yang lebih besar seiring dengan menyempitnya ruang untuk pelonggaran moneter lebih lanjut."

"Risiko penghapusan batas defisit anggaran telah meningkat, terkait dengan defisit yang lebih tinggi pada 2025 dan inklusi dalam program prioritas parlemen."

"Kami memprakirakan BI akan mempertahankan sikap akomodatif, dengan pemangkasan suku bunga sebesar 25 bp menjadi 4,5% di Kuartal I."

"Kami tetap berhati-hati terhadap IDR terkait risiko fiskal dan kekhawatiran geopolitik."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh seorang editor.)

Bagikan: Pasokan berita