IDR: Kinerja yang kurang baik di tengah sikap dovish – MUFG

Laporan MUFG menyoroti kinerja yang diharapkan kurang baik dari Rupiah Indonesia (IDR) akibat sikap dovish bank sentral dan kekhawatiran mengenai independensi kebijakan setelah penunjukan terbaru. Laporan tersebut mencatat bahwa aliran modal tetap langka, yang merupakan kendala utama bagi IDR ke depan. Analisis ini menunjukkan prospek yang menantang bagi IDR dalam lingkungan saat ini.

Tantangan bagi Rupiah Indonesia

"Selain faktor-faktor global, kami masih melihat mata uang berimbal hasil tinggi Asia seperti IDR dan INR berkinerja kurang baik ke depan dengan bank sentral mereka tetap dovish dan aliran modal masih sulit didapat."

"Untuk IDR, kekhawatiran yang meningkat mengenai independensi kebijakan bank sentral dengan penunjukan Thomas Djiwandono – keponakan Presiden Prabowo – kemungkinan akan membebani Valas ke depan."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh seorang editor.)

Bagikan: Pasokan berita