PMI Manufaktur S&P Global Indonesia untuk Desember 2025 Turun ke 51,2 dari 53,3 di November

Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Indonesia untuk bulan Desember 2025 turun ke 51,2 dari 53,3 pada bulan sebelumnya. Angkanya lebih buruk dari prakiraan 53,6. Namun demikian, angkanya tetap dalam wilayah ekspansi karena berada di atas level 50 yang memisahkan antara kontraksi dan ekspansi.

Usamah Bhatti, Ekonomi di S&P Global Maret Intelligence, mengatakan, "Sektor manufaktur Indonesia menandai akhir tahun 2025 dengan peningkatan berkelanjutan dalam kondisi operasional, melanjutkan periode pertumbuhan saat ini untuk bulan kelima. Perusahaan-perusahaan mencatat ekspansi moderat lebih lanjut dalam pesanan baru, lapangan kerja, dan pembelian, meskipun produksi hanya meningkat sedikit karena beberapa perusahaan mencatat dampak kelangkaan bahan baku. Prospek untuk tahun mendatang juga membaik, karena para produsen menunjukkan tingkat optimisme terkuat dalam tiga bulan terakhir. Sebagai hasil dari ekspektasi positif, perusahaan-perusahaan berupaya meningkatkan persediaan barang pra-produksi dan pasca-produksi agar tetap efisien dalam produksi dan penyelesaian pesanan."

Reaksi Pasar

Baik IHSG maupun Rupiah belum menunjukkan reaksi terhadap data karena pasar masih ditutup dan akan dibuka dalam beberapa waktu ke depan.

Indikator Ekonomi

PMI Manufaktur S&P Global

Indeks Manajer Pembelian (PMI) yang dirilis oleh S&P Global menangkap kondisi bisnis di sektor manufaktur. PMI manufaktur merupakan indikator penting dari kondisi bisnis dan kondisi perekonomian secara keseluruhan di Indonesia. Hasil di atas 50 merupakan sinyal bullish bagi Rupiah, sedangkan hasil di bawah 50 dianggap bearish.

Baca lebih lanjut

Rilis terakhir: Jum Jan 02, 2026 00.30

Frekuensi: Bulanan

Aktual: -

Konsensus: -

Sebelumnya: 53.3

Sumber: S&P Global

Bagikan: Pasokan berita